PART 1
Go Hyo Sun POV
Aku adalah seorang murid SMA Hanyang yang saat ini duduk dikelas XI.b, bisa dibilang saat ini aku termasuk murid junior di sekolah ini.
At piano’s room.
“suara apa itu?” fikirku saat melintas di depan ruang piano. Ku dekatkan wajahku ke jendela ruang itu. “eh.. Jonghyun oppa!!” ucapku ketika melihat seorang namja yang sedang memainkan piano yang ada di ruangan itu.
Tanpa sadar aku telah berada di dalam ruang piano dan terpanah melihat permainan piano yang begitu indah. Nothing Better..Nothing Better than you.. (Jonghyun oppa nyanyi >.<)
Prakk..prakk* “permainan yang bagus!” selangkah mendekatinya dan sekarang aku tepat berada di hadapannya.
“sepertinya kau melihat pertunjukan perdanaku secara geratis!,” dia tersenyum manis.
“kalau begitu, aku akan membayar untuk pertunjukan selanjutnya..hee,” kataku membalas gurauannya. “bagaimana hari ini, apa kau masih diganggu oleh anak-anak brandalan itu?” tanyanya memulai pembicaraan.
“eh! Aku sampai lupa, Gamsahamnida oppa berkatmu anak-anak itu sudah tidak menggangguku lagi. Kalau saja waktu itu tidak ada kau, mungkin aku tidak akan pernah mau masuk sekolah lagi.hahaha…” dia mengingatkanku pada kejadian tempo hari, saat anak-anak berandalan dari sekolah tetangga menggaguku.=*)
“hm.. jadi sekarang aku penyelamatmu?” ucapnya polos. *TWEEWWW*( PD-nya tinggi!!=D)
“Huahahaha… ya, mungkin bisa dibilang seperti itu!!” jawabku asal.
“kemarilah!” perintahnya sambil memukul lembut kursi panjang yang di dudukinya menandakan agar aku duduk tepat di sampingnya.
“mwo?” ucapku sembari menata posisi dudukku.
“kau mau request sebuah lagu?” tanyanya.
“hm.. geraeyo, aku mau lagu Fly Me To The Moon, boleh?”
“em.. geraeyo!” dia mulai menekan tuts piano dengan lembut.
Fly me to the moon and let me play among those star
Let me see what spring is like on Jupiter and Mars
In other words hold my hand,
In other words baby kiss me,
Fill my heart with song and let me sing forever more
You are all I long for all I worship and adore
In other words, please be true…
In other words, I love you…
“emm, lagunya sangat indah! Gomawo oppa..=)”
Dia hanya tersenyum membalas ucapanku.
“eh.. sudah jam 12:04, waktunya makan siang!!”ucapku saat melirik arloji yang terpasang di pergelangan tangan. “jinca? Hm..apa kau membawa makanan yang sama seperti waktu itu?” dia berdiri dari posisi duduknya.
“eh, mwo? Yang mana?” tanyaku tak ingat.
“yang waktu itu pernah kau tawarkan padaku..” ucapnya dengan mata berbinar-binar. (ekspresi yang aneh..kikik’)
“Oh.. telur gulung maksud oppa!! Haha, aku kira apa.”
“bawa tidak?” tanyanya ulang.
“hmm.. bawak kok, oppa mau? Nanti aku bawa makan siangku ke sini!”
“geraeyo, aku tunggu ya..” tersenyum dan langsung membereskan buku-buku music yang berserakan di atas kepala piano.
“aku pergi dulu!!” berdiri dan langsung berjalan ke luar ruangan piano.
At Class room.
“Hyo sun!!” sapa seorang namja dengan ramah.
“eh.. Jeremy, apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu.. kapan kau tiba di Seoul?” beberapa pertanyaan ku ajukan.
“aku baik-baik saja.. kemarin sore aku tiba. Kau tau Hyo sun, aku sangat merindukanmu!!!hehe” dia menggenggam tanganku hangat.
“eh? Aku juga rindu padamu..” balasku polos.
“itu apa?” menunjuk kotak bekal yang baru saja ku keluarkan dari dalam tas.
“oh.. ini, ini bekal makan siangku!”
“bekal makan siang? Hm.. kalau begitu, ayo kita makan siang bersama!” dia menarik tanganku tak sabar.
“a~ Jeremy, mianhae.. aku sudah punya janji dengan seseorang untuk makan siang bersama, mian Jeremy!” ku lepaskan genggamannya dan langsung pergi tanpa melihatnya.
Entah bagaimana ekspresi Jeremy saat aku meninggalkannya tadi, aku hanya tidak ingin membuat orang yang ku sukai menunggu terlalu lama.
Sementara itu..
Kim Jonghyun POV
“Jonghyun-ni..” panggil seorang yeoja yang saat ini berdiri di hadapanku dengan sekotak bekal makan siang di genggamannya.
“Soy yi-ah, mwoyo?” tanyaku.
“apa.. apa kau mau makan siang bersamaku?” ucapnya terbata-bata, terlihat pipinya memerah.
“eh? Kau mengajakku makan siang bersama?” tanyaku memastikan.
“ne, eotteokhaeyo?”
“em..” tiba-tiba saja pintu ruangan ini terbuka, seorang yeoja yang amat ku kenal terlihat terkejut melihatku bersama Soy yi-ah.
Go Hyo Sun POV
Apa yang sedang mereka berdua lakukan?
“eh, mianhae.. aku tidak tahu, aku akan segera pergi.” Dengan cepat ku balikkan tubuhku menghadap pintu. Baru saja aku ingin melangkah, tiba-tiba.. “Hyo sun!!” Jonghyun oppa memanggilku.
Ku balikkan tubuhku kembali menghadap mereka, “hehe… tenang oppa, aku akan segera pergi kok!” ucapku meyakinkan.
“Hyo sun!” sekali lagi dia memanggilku yang baru saja ingin pergi dari ruangan itu.
“apa lagi?” tanyaku sembari membalikkan badan untuk kesekian kalinya.
“makan sianglah bersamaku!” katanya ringan.
“hah?” aku hanya terkejut mendengar ucapannya. Melihat gadis secantik Yoon Soy yi meminta agar Jonghyun oppa mau makan siang bersamanya, tidak membuatku kaget. Tapi, mengetahui bahwa secara halus Jonghyun oppa menolak ajakan Yoon Soy Yi, aku benar-benar tidak percaya.
“baiklah kalau begitu, aku harus pergi sekarang juga. Sampai jumpa..” Yoon Soy Yi berjalan pergi meninggalkan kami berdua di ruangan itu. Terlihat jelas ekspresi tak menyenangkan di wajah yang berparas cantik itu.
Setelah Yoon Soy Yi tak terlihat.
“heh.. Kim Jonghyun! Apa yang sudah kau lakukan? Pabo!” ucapku setengah berbisik.
“mwo? Kau tidak suka? Aku kan hanya bilang kalau aku ingin makan siang bersamamu, memangnya salah?” jawabnya agak ketus.
“kau ini pura-pura bodoh, atau memang bodoh sih?” kataku geregetan.
“hey, kalau kau terus bicara.. aku akan melewatkan jam makan siangku begitu saja.”
“eh? Mian..” ucapku sedikit bersalah. Ku letakkan bekal makan siang itu di atas meja yang berada tak jauh dari tempatku berdiri. Terlihat Jonghyun oppa menarik dua buah kursi dan meletakkannya di dekat meja.
“hm.. apa kau yang membuat semua ini?” dia mengambil sepasang sumpit yang sudah ku siapkan untuknya.
“ye~,begitulah! Apa rasanya tidak enak?”
“hm.. aniyo!” jawabnya singkat di sela-sela ia mengunyah.
“ jadi, apa?” tanyaku tak sabar.
“emm.. rasanya agak sedikit aneh.”ucapnya menghayati rasa telur gulung buatanku.
“aneh?” tanyaku lagi.
“ne, aneh.. tapi, karena rasa aneh inilah aku jadi tidak ingin berhenti memakannya.”lanjutnya.
“hm, aku senang jika kau suka!, ayo habiskan.. ini!” meletekkan sepotong telur gulung di atas nasinya.
“kau juga makan!” sekarang gilirannya yang meletakkan sepotong telur gulung di atas nasiku.
***
“setelah ini jam apa?” dia meletakkan kotak bekal yang sudah kosong.
“bahasa korea.. hufth, benar-benar tidak menyenangkan!” jawabku tak minat.
“wae?” tanyanya.
“oppa tau sendiri kan gurunya seperti apa?”
“Guru Lee maksudmu?” tebaknya.
“hah, ne~ guru itu sangat tidak asik. Aku sudah lebih dari 3x mendapat hukuman darinya, hanya karna tidak bisa menjawab pertanyaan konyol yang sering kali diajukannya itu!” gerutuku.
“dasar bodoh!haha,” dia mengelus kepalaku lembut.
“eh.. enak saja!!” protesku tak senang.
“terus apa kalau bukan bodoh namanya, kalau sudah berkali-kali kena hukum seperti itu.. hahaha, kalau bodoh mengaku saja, apa susahnya sih!hahaha.” dia mengejekku habis-habisan.
“OPPA!! Kau jahat, huh..”
“sudah waktunya masuk kelas! Pergilah!” dia menyuruhku untuk pergi ke kelas.
“jongmal? Hmm.. geraeyo, aku pergi sekarang juga!” ku ambil kotak bekalku yang telah tersusun rapih dan pergi meninggalkannya.
“Hyo sun!!” baru saja akan keluar, dia memanggilku.
“mwoyo?” tanyaku.
“Gomawo makan siangnya hari ini!” dia tersenyum manis.
“ne, cheonmaneyo.. lain kali aku akan berusaha lagi, supaya telur gulungnya lebih enak dari sebelumnya. Sampai jumpa!!” aku melambaikan tangan sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
At Class room
“Hyo sun!” Jeremy memanggilku dari tempat duduknya.
“mwo?” sahutku dari bangku tempatku duduk.
“aku ingin bicara denganmu, pulang sekolah aku tunggu di taman ya!” dia tersenyum manis.
“baiklah, pulang sekolah kan!!” balasku tersenyum.
“hei, hei.. Hyo sun, lihat deh!!” Il Yong menepuk pundakku.
“wmoyo?” tolehku.
“itu!” dia menunjuk ke luar jendela.
“nugu?”
“itu… anak club basket! Mereka keren sekali,hihihi.” Katanya girang.
“Kim Jonghyun!” kataku pelan.
“eh, mwo?” Tanya Il Yong.
“a~, aniyo.hehe,”
“kau ini.” Katanya tak senang.
Terlihat dari balik jendela seorang namja berbadan tinggi memakai seragam basket berwarna merah sedang melempar bola basket ke arah ring. Hup! “hahaha.. masuk, kau hebat oppa!hahaha.” ucapku tanpa sadar.
“hey, Hyo sun.. kau ini kenapa?” Tanya Il Yong yang sejak tadi memperhatikanku.
“eh, mian Il Yong.. aku hanya..” kataku bingung.
“hanya apa? Hanya bingung mau bilang apa?” katanya melanjutkan.
“hehehe..”
“apa sih, yang sedang kau fikirkan? Eh, itu kan Kim Jonghyun..” Il Yong melihat ke arah tempat yang ku lihat. “Oh.. jadi dia..” lanjutnya.
Tiba –tiba saja Jeremy menoleh ke arahku dan Il Yong. Dan kemudian tatapannya beralih pada buku yang dipegangnya.
“Il Yong, kenapa tatapan Jeremy tadi seperti itu!” bahuku menyondol bahunya.
“eh, ne~, kenapa ya.. tatapannya agak sinis.” jelas Il Yong.
“hm.. dia lebih terlihat seperti orang yang sedang marah.”
“eh, tapi.. apa yang membuatnya marah pada kita?” Il Yong masih memperhatikan Jeremy.
“hei, sudah jangan diperhatikan terus.. nanti dia jadi tidak nyaman.” Kataku mengalihkan pandangan Il Yong dari Jeremy. Il Yong menoleh, “tapi, aku penasaran.. dia tidak seperti biasanya.” Lanjutnya.
“sudah, biarkan saja.. lebih baik sekarang kita kerjakan tugas dari pak guru Lee.” Ajakku.
“ne, kau benar!” ujar Il Yong menyetujuiku.
***
Teeett… (jam sekolah berakhir)
“Hyo sun! aku duluan ya..” Il Yong mengambil tasnya dan berlari keluar kelas.
“ne, hati-hati di jalan!” sahutku, dia hanya melambaikan tangan tanpa menoleh ke belakang.
Bangku tempat duduk Jeremy sudah kosong. “eh? Jeremy sudah duluan, berarti dia menungguku. Aku harus cepat.” Berjalan keluar kelas.
At park
“Jeremy!!!” teriakku sambil melambaikan tangan. Terlihat dari kejauhan dia duduk di atas sebuah kursi taman. Ku berlari mendekatinya.
“haii.. maaf merepotkan.” Dia tersenyum manis dan kemudian berdiri dari duduknya.
“hah.. aniyo, aku tidak merasa direpotkan kok!” kataku menyangkal. “Oh.. iya, apa yang ingin kau bicarakan?” lanjutku.
“a~, aku hanya ingin..” dia mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah hati dengan pita hijau diujung sudutnya. “ini untukmu!” dia menyodorkan kotak yang terlihat manis itu.
“eh? Untukku?” ucapku tak yakin.
“ne~, ini.. terimalah!” dia menarik tanganku, dan meletakkan kotak itu di atas telapak tanganku. Dan sekarang kotak itu sudah berada di genggamanku.
“tapi.. apa ini?” tanyaku ingin tahu.
“nanti kau tahu sendiri.. sekarang pulanglah!” dia menarik pundakku dan mengubah posisiku menjadi membelakanginya. Dia mendorong tubuhku pelan.
“eh.. tapi,” kataku meneruskan sambil berusaha menoleh untuk melihatnya. “dia semakin kuat mendorong tubuhku. Aku hanya menuruti perintahnya untuk pulang.
“buka dan lihat saja isinya nanti, ANNYEONG GASEYO!!!” teriaknya sambil melambaikan tangan. Aku hanya tersenyum bingung melihat tingkah anehnya.
At road.
“apa ya isinya?” kataku memperhatikan kotak yang ku pegang. “eh? Bukannya Jeremy tadi terlihat marah, tapi kenapa tadi dia tidak terliahat seperti sebelumnya? Aneh..” ucapku memberhentikan langkah. “tapi.. apa? Apa maksudnya ya?” melanjutkan langkah.
tiin…!! (sebuah motor berwarna merah menghampiriku T_T)
“Ahh!!” kataku terkejut.
“heii..” sapanya padaku. Dia membuka kaca helmnya.
“Jonghyun oppa,” kataku pelan.
Dia tersenyum manis lalu, “naiklah! Tidak baik seorang yeoja berjalan sendirian di tempat sesepi ini.” Ucanya.
“sepi? Tapi.. itu!!” telunjukku menunjuk ke arah seorang laki-laki separuh baya yang menarik sebuh gerobak dari arah belakang.
“mwo?” katanya memperhatikan arah yang ku tunjuk.
“ne~, oppa bilang sepi kan? Tapi, di situ ada orang..hehe,” ujarku sedikit bercanda.
“dasar pabo!” dia tersenyum kemudian mengusap kepalaku dan memberantakkan rambut bagian depanku.
“eh? Kau memberantakkan rambutku,” ucapku merapihkan rambut.
“ja!, hari sudah sore.. sampai kapan kau berdiri di sini!” ucapnya memerintah.
“ye~ geraeyo!” ku berjalan ke arah belakang dan sekarang ku duduk tepat di belakangnya. Dia kembali menghidupkan motornya dan mengantarkanku pulang.
***
“Gomawo oppa..!” ku lepaskan helm yang terpasang di kepalaku.
“ye~, cheonmaneyo..” dia meraih helm yang ku berikan. “masuk dan mandilah!” lanjutnya.
“hah?, ne.. aku akan masuk dan mandi! Sekali lagi, Gomawo oppa!” ucapku.
Dia kembali menutup kaca helmnya dan kemudian pergi meninggalkanku. “ANNYEONG GASEYO!!!” teriakku sambil melambaikan tangan. Dia sudah tak terlihat.
At Badroom
Ku rebahkan tubuhku yang terasa lelah ini di tempat tidur yang sangat nyaman. “hum.. apa ya isi kotak itu?” ku beralih mengambil kotak pemberian Jeremy dan kembali merebahkan tubuh di tempat tidur. Perlahan ku buka kotak itu dan ku intip isi di dalamnya.
“hah? Apa ini!!!” ucapku terkejut saat melihat isi kotak itu.
cz.. lagi proses belajar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar